BANGKO, MATAJAMBI.COM – Bupati Merangin, M. Syukur, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Depati Payung, Kantor Bappeda Kabupaten Merangin, Selasa 04 Maret 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Merangin A. Khafidh bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Musrenbang tahun ini mengangkat tema “Memantapkan Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat, serta Penguatan Ekonomi Berbasis Potensi Daerah dan Kearifan Lokal.”
Acara perencanaan pembangunan tersebut juga diikuti para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh camat se-Kabupaten Merangin, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Selain itu, perwakilan Bappeda Provinsi Jambi yang diwakili Kepala Bidang PSDA, Dr. Ahmad Subhan, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula jajaran kepala Bappeda dari beberapa kabupaten tetangga, di antaranya Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tebo, dan Kerinci.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah tidak boleh dilakukan secara formalitas atau sekadar menyalin program dari tahun sebelumnya.
Menurutnya, perencanaan pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat yang digali mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Perencanaan pembangunan harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama. Kita perlu menampung aspirasi masyarakat dan tokoh-tokoh setempat, karena banyak gagasan baik lahir dari masyarakat demi kemajuan daerah,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa Musrenbang memiliki peran penting sebagai dasar arah pembangunan daerah ke depan.
“Musrenbang merupakan pijakan utama pembangunan. Jika perencanaannya tidak tepat sejak awal, maka langkah pembangunan ke depan tentu akan menghadapi banyak kendala,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan capaian pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Merangin yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2024 pembangunan jalan hanya berkisar 8 kilometer, namun pada 2025 meningkat menjadi 18,96 kilometer meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Salah satu target besar yang tengah diperjuangkan pemerintah daerah adalah peningkatan Jalur 3 menjadi Jalur 2 yang direncanakan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati M. Syukur juga menyoroti pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penanganan berbagai penyakit masyarakat.