3. Kelelahan berlebihanPerjalanan jarak jauh biasanya memakan waktu lama, sehingga membuat ibu hamil lebih mudah lelah dan berisiko mengalami dehidrasi. Duduk terlalu lama juga bisa memicu nyeri punggung, kram otot, hingga pembengkakan pada kaki akibat sirkulasi darah yang tidak lancar.
Kelelahan yang berlebihan bahkan dapat memicu kontraksi rahim dan meningkatkan ketidaknyamanan selama kehamilan.
4. Guncangan pada perut
Sepeda motor cenderung menghasilkan guncangan, terutama saat melewati jalan tidak rata atau berlubang. Guncangan berulang dapat memberikan tekanan pada area perut dan panggul.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini berisiko memicu kontraksi dini, ketuban pecah sebelum waktunya, hingga perubahan posisi janin, terutama pada trimester akhir.
5. Mabuk perjalananSelama kehamilan, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap perubahan gerakan. Hal ini membuat Bumil lebih mudah mengalami mabuk perjalanan, seperti mual, muntah, dan pusing.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan, yang tentu berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
Tips Aman Naik Motor Jarak Jauh untuk Ibu Hamil
Jika perjalanan tidak bisa dihindari, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko:
1. Konsultasi dengan dokter
Sebelum bepergian, lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan aman. Dokter juga dapat memberikan saran serta obat yang aman jika diperlukan.
2. Tentukan waktu perjalanan yang tepat