Diketahui, rumah tersebut dibangun saat keduanya masih berstatus suami istri, sementara tanah tempat berdirinya rumah dikabarkan milik pihak istri.Karena masuk dalam kategori harta gono-gini, pembongkaran rumah dilakukan sebagai solusi pembagian aset.
Seluruh material dan aset yang ada kemudian dijual, dan hasilnya dibagi dua antara kedua belah pihak.
Video viral ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet.
Sebagian menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pelampiasan emosi, sementara yang lain menyoroti dampaknya bagi anak mereka.
Beberapa komentar warganet di antaranya: “Yang penting tidak merugikan orang lain,”
“Harusnya bisa untuk masa depan anak,”
“Rumah bisa dibangun lagi, tapi kepercayaan sulit kembali.”
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menunjukkan dampak konflik rumah tangga yang berujung pada kerugian materi.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik keluarga secara bijak agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.