Menurut Maulana, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan wawasan langsung dari sosok pemimpin yang telah memiliki pengalaman nyata dalam mengelola pemerintahan daerah.Di sisi lain, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menilai buku “Babad Alas” memiliki daya tarik tersendiri. Ia menyebutkan bahwa buku tersebut tidak hanya menyajikan pengalaman kepemimpinan, tetapi juga dikemas dengan nuansa cerita khas Jawa yang membuatnya lebih menarik dan mudah dipahami.
Diza juga menyoroti berbagai program inovatif yang dituangkan dalam buku tersebut, seperti pembangunan infrastruktur dan kebijakan kreatif yang pernah diterapkan di Kota Bogor.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah kebijakan penggunaan produk UMKM lokal oleh aparatur sipil negara setiap hari tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut mencerminkan keberanian dalam berinovasi serta menghadirkan pendekatan berbeda dalam tata kelola pemerintahan.Ia menambahkan bahwa kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri dalam forum ini memberikan wawasan yang sangat berharga, baik bagi mahasiswa maupun para kepala daerah yang masih aktif menjabat.
Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan dapat lahir generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, daya juang, serta komitmen kuat dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan mahasiswa dan peserta. Diskusi tersebut menjadi ruang terbuka untuk bertukar pandangan mengenai kepemimpinan, keberanian dalam mengambil keputusan, serta pentingnya konsistensi nilai dalam membangun daerah.