Selain itu, pengalaman trauma emosional maupun fisik juga dapat membuat seseorang lebih mudah terjebak dalam pikiran negatif. Tekanan hidup seperti masalah pekerjaan, hubungan, pendidikan, kesehatan, dan keuangan juga menjadi pemicu utama overthinking.Lingkungan yang monoton, terlalu sering sendirian, hingga paparan berita negatif secara terus-menerus juga dapat memperparah kondisi mental seseorang.
Meski sulit, pola pikir berulang sebenarnya dapat dikendalikan jika seseorang mulai menyadari tanda-tandanya lebih awal. Berikut beberapa cara yang dapat membantu menghentikan overthinking dan rumination.
1. Tantang Pikiran Negatif
Saat pikiran negatif mulai muncul, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apakah pikiran tersebut benar-benar membantu atau justru membuat keadaan semakin buruk.
Seseorang juga perlu belajar membedakan antara masalah nyata dan ketakutan yang hanya ada di dalam pikiran. Jika suatu masalah belum bisa diselesaikan saat itu juga, mungkin sudah waktunya mengalihkan fokus pada hal lain yang lebih bermanfaat.
Melatih pola pikir realistis dapat membantu otak keluar dari lingkaran overthinking.2. Pertimbangkan Konsultasi dengan Terapis
Terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti efektif membantu mengatasi kecemasan dan pola pikir obsesif.
Melalui terapi, seseorang dapat memahami akar masalah yang memicu rumination sekaligus belajar cara mengelola emosi dengan lebih sehat. Terapis juga membantu mengenali pola pikir negatif yang selama ini tidak disadari.
Mencari bantuan profesional bukan berarti lemah, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
3. Alihkan Fokus dengan Aktivitas Positif