MATAJAMBI.COM - Keinginan untuk memiliki berat badan ideal sering kali terbentur pada satu hal, yaitu rasa malas atau tidak punya waktu untuk olahraga berat. Di tengah kondisi tersebut, jalan kaki kerap dipandang sebelah mata karena dianggap terlalu ringan dan tidak memberi pengaruh besar pada tubuh.
Padahal, jika dipahami dengan benar, jalan kaki justru bisa menjadi pintu masuk paling realistis menuju penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan.
Jalan kaki merupakan aktivitas fisik alami yang sudah dilakukan manusia sejak dulu. Tanpa disadari, kebiasaan bergerak sederhana ini mampu mengaktifkan metabolisme tubuh, terutama bila dilakukan secara rutin.
Saat tubuh bergerak, termasuk ketika berjalan, sistem pembakaran energi akan bekerja. Energi yang digunakan berasal dari kalori yang tersimpan di dalam tubuh, termasuk lemak. Inilah alasan utama mengapa jalan kaki memiliki peran dalam proses penurunan berat badan, meski hasilnya tidak instan.
Berbeda dengan olahraga intensitas tinggi yang langsung menguras tenaga, jalan kaki bekerja secara bertahap. Tubuh dipaksa beradaptasi secara perlahan, sehingga risiko cedera jauh lebih kecil.
Kondisi ini membuat jalan kaki cocok dilakukan dalam jangka panjang. Bahkan, bagi orang yang sebelumnya jarang berolahraga, jalan kaki bisa menjadi kebiasaan baru yang lebih mudah dipertahankan dibandingkan program latihan berat yang sering berhenti di tengah jalan.
Manfaat jalan kaki untuk menurunkan berat badan akan semakin terasa ketika dilakukan dengan tempo yang tepat. Berjalan terlalu santai memang tetap menyehatkan, namun tidak optimal untuk membakar lemak. Ketika kecepatan ditingkatkan hingga tubuh terasa sedikit berkeringat dan napas menjadi lebih cepat, proses pembakaran kalori pun ikut meningkat. Tanpa disadari, aktivitas ini juga membantu memperbaiki sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam mengontrol penumpukan lemak di dalam tubuh.
Hal menarik lainnya, jalan kaki tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada kondisi mental. Banyak orang tidak menyadari bahwa stres berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan melalui peningkatan hormon kortisol.
Jalan kaki, terutama di ruang terbuka seperti taman atau area hijau, membantu menurunkan tingkat stres dan memperbaiki suasana hati. Ketika pikiran lebih tenang, dorongan untuk makan berlebihan pun cenderung berkurang, sehingga diet menjadi lebih terkendali.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, jalan kaki sebaiknya dijadikan bagian dari gaya hidup aktif, bukan sekadar aktivitas sesekali. Misalnya dengan membiasakan diri berjalan kaki saat menelepon, memilih tangga dibanding lift, atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tujuan.
Kebiasaan kecil seperti ini sering kali luput diperhitungkan, padahal jika dikumpulkan, jumlah langkah harian bisa meningkat signifikan dan berdampak langsung pada pengeluaran kalori.