Cara terbaik adalah mengurangi asupan kafein secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri. Misalnya dengan mengurangi sekitar 25 persen konsumsi kopi setiap beberapa hari.Selain itu, seseorang juga dapat mengganti sebagian konsumsi kopi dengan kopi rendah kafein atau minuman lain seperti teh herbal dan air putih untuk membantu proses adaptasi tubuh.
Menjaga pola tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan memperbanyak konsumsi makanan bergizi juga dapat membantu mengurangi gejala putus kafein.
Meski banyak orang memilih berhenti minum kopi, para ahli menegaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar sebenarnya masih aman bagi sebagian besar orang sehat.
Bahkan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kopi mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara tidak berlebihan.Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti gangguan irama jantung, gangguan lambung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau sensitivitas tinggi terhadap kafein, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum menentukan jumlah konsumsi kopi harian.
Pada akhirnya, keputusan untuk tetap minum kopi atau berhenti sepenuhnya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing individu.