Menanggapi hal tersebut, H. Sudarto menyatakan siap membantu memperjuangkan solusi bersama dinas terkait.
“Kalau pemasukan belum sebanding dengan besaran pajak, bisa diajukan keringanan. Nanti saya bantu dorong ke dinas terkait. Pemerintah harus adil, jangan hanya menerima setoran tetapi abai membangun,” tegas Sudarto.
Terkait status tanah dan aset, ia menyebut persoalan tersebut sudah dibahas bersama BWS dan bagian aset pemerintah daerah agar ke depan memiliki kejelasan hukum.
Untuk fasilitas Wi-Fi, Sudarto juga berjanji akan menindaklanjutinya ke pemerintah provinsi.
“Fasilitas Wi-Fi penting untuk pendidikan. Nanti saat saya kunjungan kerja ke provinsi, Pak Anton bisa ikut. Kita temui langsung dinas terkait agar fasilitas ini bisa kembali aktif,” ujarnya.
H. Sudarto Siapkan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
Selain menyerap aspirasi pembangunan, H. Sudarto juga menyampaikan program sosial yang selama ini telah berjalan, yakni layanan ambulans gratis untuk masyarakat Kabupaten Batang Hari.
Ia mengatakan, dua unit ambulans gratis, yakni Ambulans Zaf dan Ambulans Fadil, telah disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Kalau ada warga atau keluarga yang terkena musibah dan membutuhkan ambulans, silakan hubungi kami. Ambulans ini gratis untuk masyarakat Batang Hari. Sudah puluhan tahun beroperasi, bahkan pernah melayani warga sampai ke Kerinci dan Padang,” ungkapnya.
Kegiatan reses H. Sudarto di Danau Letang ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal aspirasi masyarakat. H. Sudarto menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan menjadi bahan perjuangannya di DPRD Batang Hari.
Ia berharap Danau Letang ke depan tidak hanya menjadi tempat wisata alam yang indah, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat Muara Bulian dan Kabupaten Batang Hari secara umum.