Metronews

Viral Diserang, Guru SMKN 3 Tanjab Timur Alami Trauma Usai Dikepung dan Dilempari di Sekolah

0

0

matajambi |

Kamis, 15 Jan 2026 06:21 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Viral Diserang, Guru SMKN 3Tanjab Timur Alami Trauma Usai Dikepung dan Dilempari di Sekolah - (matajambi.com)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

MATAJAMBI.COM - Suasana belajar di SMKN 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang semestinya kondusif, mendadak berubah menjadi mimpi buruk.

Sebuah video yang menampilkan kekacauan di area sekolah kini viral di media sosial dan memantik keprihatinan luas, setelah seorang guru dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

Guru tersebut diketahui bernama Agus Saputra, seorang tenaga pendidik yang telah mengabdi lebih dari satu dekade di sekolah itu. Peristiwa yang menimpanya terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, dan disebut-sebut sebagai klimaks dari konflik laten antara guru dan sebagian murid yang telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga:

Ini Pengakuan Guru AS Soal Awal Keributan di SMKN 3 Berbak Sebelum Ia Dikeroyok Siswa

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula dari suasana kelas yang tidak lagi terkendali. Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Agus mendengar ada siswa yang memanggil namanya dengan nada mengejek dan merendahkan. Ia pun masuk ke kelas untuk menegur dan meminta klarifikasi.

Alih-alih meminta maaf, siswa tersebut justru berdiri dan menantang. Situasi itu membuat Agus bereaksi spontan hingga terjadi satu kali tamparan.

Meski singkat, momen itu menjadi titik balik yang memicu eskalasi besar di lingkungan sekolah.

Dalam dunia pendidikan, insiden seperti ini bukan sekadar konflik personal. Banyak pakar menyebut bahwa ketegangan antara guru dan siswa kerap dipicu oleh krisis disiplin, tekanan psikologis remaja, serta melemahnya wibawa pendidik di era digital sesuatu yang juga terlihat jelas dalam kasus ini.

Baca Juga:

Alamak! Detik-detik Guru SMK di Tanjab Timur Dihajar Murid Sendiri, Begini Kronologi Aslinya

Pihak sekolah sempat mencoba meredam suasana dengan menggelar mediasi. Agus diminta menunggu di ruang kantor bersama pihak manajemen dan komite sekolah. Di ruangan itu, ia mengaku masih menerima teriakan dan intimidasi dari kelompok siswa yang semakin banyak berdatangan.

Agus bahkan menawarkan solusi damai jika murid tidak ingin dia mengajar lagi, silakan ajukan petisi secara resmi jika tidak, mereka harus berkomitmen memperbaiki perilaku. Namun, upaya tersebut justru tidak diindahkan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, situasi berubah drastis. Sekelompok siswa dari berbagai tingkat kelas diduga masuk dan melakukan kekerasan fisik.
Kekerasan di Area Sekolah

Menurut Agus, ia dipukul, didorong, serta dilempari batu dan benda keras lainnya. Beberapa rekaman amatir yang beredar menunjukkan suasana penuh teriakan dan kepanikan di dalam area sekolah sesuatu yang jarang terlihat di lingkungan pendidikan formal.

Baca Juga:

Al Haris Buka Gubernur Jambi Cup 2026, Stadion Swarnabhumi Disiapkan Jadi 'Pabrik' Bintang Sepak Bola Jambi

Akibat kejadian itu, Agus mengalami memar di punggung, nyeri pada tangan, serta luka lebam di beberapa bagian tubuh. Lebih dari itu, ia juga mengaku mengalami tekanan psikologis serius, termasuk rasa takut untuk kembali mengajar.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER