MATAJAMBI.COM - Pantangan setelah laser batu ginjal wajib menjadi perhatian utama sejak hari pertama pascatindakan.
Kepatuhan terhadap larangan dan anjuran medis tidak hanya membantu mempercepat pemulihan, tetapi juga berperan besar menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal baru di kemudian hari.
Prosedur laser batu ginjal bertujuan memecah batu menjadi fragmen kecil agar dapat keluar melalui urine. Meski minim sayatan, tindakan ini tetap menimbulkan iritasi pada saluran kemih.
Tak heran bila sebagian pasien merasakan nyeri di punggung bawah, sensasi perih saat buang air kecil, atau urine berwarna kemerahan ringan dalam beberapa hari awal.
Pada fase inilah ginjal dan saluran kemih membutuhkan “lingkungan” yang kondusif untuk pulih. Kesalahan pola makan, kebiasaan harian yang kurang tepat, hingga mengabaikan anjuran dokter dapat memperlambat penyembuhan dan memicu kekambuhan.
Berikut larangan penting yang perlu diperhatikan agar proses pemulihan berjalan optimal dan ginjal tetap sehat:
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine. Kondisi ini membuat sisa kristal lebih mudah menggumpal dan membentuk batu baru.Selain itu, ginjal dipaksa bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan cairan tubuh, sehingga pemulihan menjadi kurang maksimal.
2. Kurang Minum Air Putih
Minim cairan menyebabkan urine menjadi pekat. Akibatnya, fragmen batu hasil laser lebih sulit keluar dan berpotensi mengiritasi saluran kemih. Dehidrasi juga meningkatkan risiko infeksi serta mempercepat pembentukan batu ginjal ulang.
3. Menahan Buang Air Kecil
Kebiasaan menunda buang air kecil memungkinkan bakteri berkembang lebih cepat di kandung kemih. Selain meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, kondisi ini dapat menghambat pengeluaran sisa pecahan batu yang seharusnya keluar bersama urine.