Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Jambi juga mengingatkan pentingnya intervensi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang bahkan dimulai sebelum masa kehamilan
. Ia menilai masih banyak masyarakat yang baru menyadari pentingnya tumbuh kembang anak ketika usia anak telah memasuki jenjang sekolah, padahal pada fase tersebut intervensi tidak lagi optimal. Menurutnya, kunci utama tumbuh kembang anak terletak pada dua hal mendasar, yaitu nutrisi dan stimulasi, yang harus berjalan beriringan sejak dini.
Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Nadiyah mengajak seluruh elemen untuk bersinergi mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Upaya ini dinilai akan lebih efektif apabila dibarengi dengan pemetaan data ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok rentan stunting berbasis data Posyandu.
Ia mengingatkan agar penanganan stunting tidak hanya berfokus pada kasus yang sudah ada, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru melalui intervensi dini pada kelompok berisiko.
Sementara itu, Fahmi dalam sambutannya menilai Gerakan TULUS HATI sebagai bentuk intervensi sederhana yang memiliki dampak jangka panjang.
Sentuhan kasih sayang, pijat bayi yang dilakukan secara medis, serta penggunaan bahan alami yang tepat tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan buah hati.
Hubungan emosional yang kuat ini diyakini turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia Kota Jambi.
Ia menegaskan bahwa sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Jambi 2025–2029, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dengan fokus intervensi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam konteks ini, peran TP PKK, Posyandu, bidan, dan kader kesehatan dinilai sangat strategis sebagai agen perubahan di tingkat kelurahan dan komunitas.
Pada kesempatan yang sama, Regional Service Manager PZ Cussons Indonesia Sumatera, Seburian, menyampaikan bahwa Gerakan TULUS HATI merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan PZ Cussons Indonesia melalui merek Cussons Baby.
Program ini telah diluncurkan sejak Desember 2024 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan PKK Nasional, dengan tujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan bahan alami pada lima momen penggunaan minyak telon, khususnya dalam rutinitas pijat bayi.
Ia berharap Gerakan TULUS HATI dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu serta bayi di Kota Jambi.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, mulai dari dokter rehabilitasi medis, dokter spesialis anak, hingga bidan, yang memberikan materi teori sekaligus praktik langsung kepada para kader Posyandu 6 SPM.