Kesehatan

Kepala Berdenyut Terus, Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

0

0

matajambi |

Jumat, 23 Jan 2026 06:56 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Kepala Berdenyut Terus, Kapan Perlu Periksa ke Dokter? - (freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman tertentu dapat memicu nyeri berdenyut pada orang yang sensitif. Makanan dengan kandungan MSG tinggi, minuman beralkohol, atau asupan kafein berlebihan dapat memicu pelepasan zat kimia tertentu di otak yang menimbulkan nyeri. Pada beberapa orang, reaksi alergi makanan juga bisa menjadi pencetus sakit kepala cenat cenut.

Perubahan hormon, khususnya estrogen, turut memengaruhi mekanisme nyeri di otak. Inilah sebabnya banyak perempuan mengalami sakit kepala berdenyut menjelang atau saat menstruasi, selama kehamilan, atau ketika memasuki masa menopause. Fluktuasi hormon ini dapat membuat sakit kepala muncul lebih sering atau terasa lebih intens.

Pada kondisi tertentu, peradangan sinus atau sinusitis dapat menyebabkan kepala cenat cenut. Penumpukan lendir dan tekanan di rongga sinus menimbulkan nyeri berdenyut di sekitar dahi, hidung, dan area mata. Nyeri biasanya terasa lebih berat saat bangun tidur atau ketika menunduk.

Baca Juga:

Bukan Obat, Sarapan Pagi Ini Diam-Diam Membantu Menurunkan Kolesterol

Tekanan darah tinggi juga dapat memicu sakit kepala berdenyut, terutama jika tidak terkontrol dengan baik. Nyeri akibat hipertensi sering terasa di bagian belakang kepala dan bisa semakin berat saat tekanan darah meningkat. Karena itu, sakit kepala cenat cenut yang sering kambuh sebaiknya tidak diabaikan, terutama bagi penderita hipertensi.

Jika keluhan masih tergolong ringan, kepala cenat cenut umumnya dapat diredakan dengan perawatan sederhana di rumah. Beristirahat di ruangan yang tenang dan minim cahaya, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengompres area kepala atau leher dapat membantu meredakan nyeri.

Relaksasi, peregangan ringan, dan pijatan lembut juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Pada kondisi tertentu, obat pereda nyeri bisa digunakan sesuai aturan dan anjuran tenaga medis.

Namun, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan jika kepala cenat cenut sering muncul tanpa sebab yang jelas, tidak membaik dengan perawatan sederhana, atau disertai gejala serius seperti nyeri yang muncul mendadak dan sangat hebat, demam tinggi, muntah berulang, leher kaku, penurunan kesadaran, hingga kejang. Kondisi tersebut bisa menandakan gangguan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan segera.

Untuk mencegah sakit kepala cenat cenut datang kembali, penting menerapkan pola hidup sehat, seperti tidur cukup, makan teratur, minum air yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.

Jika memiliki riwayat migrain, hipertensi, atau penyakit lain, konsultasi rutin dengan tenaga medis dapat membantu menentukan langkah pencegahan dan penanganan yang paling tepat.

 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER