MATAJAMBI.COM - Kepala cenat cenut adalah istilah yang kerap digunakan masyarakat untuk menggambarkan sakit kepala dengan sensasi berdenyut, seolah ada detakan berulang di dalam kepala.
Keluhan ini bisa muncul secara tiba-tiba dan sering kali cukup mengganggu, terutama ketika seseorang sedang beraktivitas atau membutuhkan konsentrasi tinggi. Meski umum terjadi, rasa nyeri yang berdenyut ini tidak boleh dianggap remeh karena bisa menjadi sinyal dari berbagai kondisi di dalam tubuh.
Pada sebagian orang, kepala cenat cenut hanya terasa di satu sisi kepala, namun pada kasus lain nyeri bisa menjalar dan terasa di seluruh bagian kepala.
Sensasinya bisa ringan hingga berat, muncul hilang atau bertahan cukup lama. Menurut penjelasan dari berbagai sumber kesehatan, termasuk Alodokter, sakit kepala berdenyut dapat dipicu oleh banyak faktor dan setiap individu bisa memiliki penyebab yang berbeda.
Salah satu pemicu paling sering adalah migrain. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan aktivitas saraf dan pelebaran pembuluh darah di otak, sehingga menimbulkan nyeri berdenyut yang khas.
Migrain sering disertai keluhan lain seperti mual, muntah, serta sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan suara. Pada sebagian penderita, nyeri bisa berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari jika tidak ditangani dengan baik.
Kepala cenat cenut juga kerap muncul pada orang yang tiba-tiba menghentikan konsumsi kafein. Kafein memengaruhi pembuluh darah di otak, sehingga ketika asupannya dihentikan mendadak, pembuluh darah bisa melebar dan memicu nyeri berdenyut. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang terbiasa minum kopi atau minuman berkafein setiap hari.Faktor lain yang sering tidak disadari adalah keterlambatan makan. Ketika kadar gula darah menurun akibat lapar, otak kekurangan energi untuk bekerja optimal.
Akibatnya, muncul sakit kepala cenat cenut yang biasanya akan membaik setelah tubuh mendapatkan asupan makanan. Pola makan yang tidak teratur dalam jangka panjang juga dapat membuat keluhan ini lebih sering kambuh.
Kurang tidur turut berperan besar dalam munculnya sakit kepala berdenyut. Waktu istirahat yang tidak cukup dapat mengganggu keseimbangan hormon dan sistem saraf, sehingga tubuh menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri. Tak jarang, kepala cenat cenut akibat kurang tidur disertai rasa berat di kepala dan sulit fokus.
Ketegangan otot di area kepala, leher, dan bahu juga menjadi pemicu yang umum. Postur tubuh yang kurang baik, stres berkepanjangan, atau terlalu lama menatap layar ponsel dan komputer dapat menyebabkan otot-otot tersebut menegang. Ketegangan ini menghambat aliran darah dan menimbulkan nyeri yang terasa berdenyut, terutama di bagian belakang kepala atau pelipis.
Dehidrasi juga tidak boleh diabaikan. Kekurangan cairan membuat volume darah menurun sehingga pasokan oksigen ke otak menjadi kurang optimal. Kondisi ini sering ditandai dengan kepala cenat cenut yang disertai mulut kering, tubuh lemas, dan urine berwarna lebih gelap. Pada cuaca panas atau setelah aktivitas berat, risiko sakit kepala akibat dehidrasi menjadi lebih tinggi.