Akibatnya, seseorang berisiko mengalami kekurangan zat besi atau anemia apabila terlalu sering minum teh berdekatan dengan waktu konsumsi suplemen.Kelompok yang paling rentan antara lain wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil, ibu setelah melahirkan, serta atlet atau pelari jarak jauh yang membutuhkan asupan zat besi lebih tinggi.
Para peneliti menyarankan agar konsumsi teh diberi jeda setidaknya satu jam sebelum atau sesudah mengonsumsi suplemen zat besi.
Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara berlebihan juga dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh.
Katekin yang terkandung dalam teh hijau dan oolong diketahui dapat menghambat penyerapan asam folat, nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan.
Kekurangan asam folat saat hamil dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi, salah satunya spina bifida, yaitu kondisi ketika tulang belakang bayi tidak berkembang sempurna.
Karena itu, para ahli menyarankan ibu hamil untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi teh tertentu, terutama dalam jumlah berlebihan.Beberapa jenis teh herbal lain seperti teh kava dan hibiscus atau bunga sepatu juga diketahui dapat memengaruhi kerja acetaminophen atau paracetamol, obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan demam.
Teh kava memiliki risiko meningkatkan toksisitas hati, sama seperti paracetamol jika dikonsumsi berlebihan. Kombinasi keduanya dapat memperbesar kemungkinan terjadinya gangguan hati.
Sementara teh hibiscus diketahui dapat mempercepat pembuangan paracetamol dari dalam darah sehingga efek obat menjadi lebih singkat dan kurang maksimal.
Para ahli menyarankan agar konsumsi paracetamol diberi jarak sekitar tiga hingga empat jam sebelum minum teh hibiscus.
Orang yang rutin mengonsumsi obat lambung seperti omeprazole juga perlu berhati-hati.