MATAJAMBI.COM - Teh selama ini dikenal sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Banyak orang rutin mengonsumsi teh hijau, teh hitam, hingga teh herbal untuk membantu relaksasi, meningkatkan daya tahan tubuh, atau menjaga kesehatan pencernaan.
Namun di balik manfaat tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa beberapa jenis teh ternyata dapat berinteraksi dengan obat-obatan, baik obat bebas maupun obat resep dokter. Interaksi ini bisa membuat obat menjadi kurang efektif, meningkatkan efek samping, bahkan memicu risiko kesehatan yang serius.
Kondisi tersebut sering kali tidak disadari masyarakat karena teh dianggap sebagai minuman alami yang aman dikonsumsi setiap hari.
Menurut sejumlah penelitian kesehatan, kandungan aktif dalam teh seperti tanin, katekin, hingga senyawa herbal tertentu dapat memengaruhi proses penyerapan, metabolisme, dan efektivitas obat di dalam tubuh.
Beberapa jenis teh bahkan diketahui dapat memperkuat efek obat tertentu sehingga meningkatkan risiko overdosis atau komplikasi kesehatan.
Karena itu, para pakar menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mengonsumsi teh bersamaan dengan obat-obatan.
Teh herbal seperti jahe, cranberry, dan ginkgo biloba diketahui dapat berinteraksi dengan aspirin.Aspirin sendiri merupakan obat yang sering digunakan untuk mengurangi nyeri, demam, serta membantu mencegah penggumpalan darah pada pasien tertentu.
Masalahnya, aspirin memiliki efek menghambat pembekuan darah. Ketika dikombinasikan dengan teh tertentu yang juga memiliki efek serupa, risiko pendarahan bisa meningkat, terutama pada organ penting seperti lambung dan otak.
Kondisi ini dinilai lebih berbahaya jika teh dikonsumsi dalam jumlah besar atau dilakukan secara rutin setiap hari.
Teh hijau dan teh hitam juga termasuk jenis minuman yang perlu diperhatikan, khususnya bagi orang yang mengonsumsi suplemen zat besi.
Kandungan tanin dalam teh diketahui dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan sehingga tubuh kesulitan menyerap mineral tersebut.