Orang dengan obesitas, diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi, lingkar perut berlebih, atau riwayat keluarga dengan gangguan metabolik perlu lebih berhati-hati terhadap konsumsi gula tambahan.Kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme, termasuk penyakit hati berlemak. Jika sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sebaiknya mulai melakukan perubahan pola makan secara bertahap.
Konsultasi dengan dokter juga penting jika hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan fungsi hati, kadar gula darah tinggi, kolesterol tidak normal, atau kadar trigliserida tinggi. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui kondisi tubuh secara lebih jelas.
Terlalu banyak gula tambahan tidak hanya berpengaruh pada gula darah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membebani hati dan meningkatkan risiko penumpukan lemak di organ tersebut.
Minuman manis menjadi salah satu sumber gula yang paling sering diremehkan. Soda, teh manis, kopi kekinian, minuman energi, dan jus kemasan bisa menyumbang gula dalam jumlah besar tanpa disadari.Mengurangi gula tambahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengganti minuman manis dengan air putih, membaca label nutrisi, memilih makanan utuh, memperbanyak serat, dan menjaga berat badan tetap sehat.
Menjaga kesehatan hati bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga membangun kebiasaan makan dan minum yang lebih baik untuk tubuh dalam jangka panjang.