Menurut Maulana, proyek tersebut menjadi bagian dari program besar normalisasi Sungai Asam dan sistem drainase perkotaan yang selama ini menjadi fokus pemerintah dalam mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman padat penduduk."Kita melakukan normalisasi aliran mulai dari wilayah hulu hingga hilir. Drainase yang sebelumnya sempit diperlebar sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan dampaknya sudah mulai dirasakan masyarakat karena genangan banjir berangsur berkurang," jelasnya.
Menariknya, kolam retensi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Kota Jambi.
Kawasan tersebut nantinya diberi nama Telago Kajang Lako dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti jogging track sepanjang 1,4 kilometer, ruang terbuka publik, serta sarana rekreasi keluarga.
Sementara itu, perwakilan JICA, Sato, menjelaskan bahwa lembaganya telah lama mendukung berbagai program pembangunan sektor air bersih di Indonesia sejak tahun 1950-an.
Menurutnya, JICA memiliki pengalaman panjang dalam membantu peningkatan sistem penyediaan air minum, termasuk pembangunan fasilitas pelatihan nasional bagi PDAM di Indonesia.
Sato menyebut kerja sama antara Osaka Jepang dan Perumda Tirta Mayang merupakan salah satu program penting yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Jepang."Kami membawa pengalaman dan teknologi yang dimiliki Osaka untuk membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Perumda Tirta Mayang saat ini," katanya.
Hal senada disampaikan Hasimoto dari Osaka Municipal Water Works Bureau. Ia mengungkapkan bahwa Perumda Tirta Mayang dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki potensi besar untuk menjadi model pengelolaan air bersih yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.
Menurut hasil survei bersama, masih ditemukan sejumlah titik kebocoran pada jaringan perpipaan yang menjadi penyebab tingginya kehilangan air.
Karena itu, dalam proyek kerja sama tersebut Jepang akan membantu penggantian sekitar 500 set komponen perpipaan yang mengalami kebocoran sekaligus memberikan transfer pengetahuan mengenai metode konstruksi dan pengelolaan jaringan distribusi air.
Selain peningkatan infrastruktur, program ini juga mencakup pelatihan bagi pegawai Perumda Tirta Mayang. Bahkan pada Oktober mendatang sejumlah staf direncanakan akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program pelatihan dan peningkatan kapasitas.