Lifestyle

Kelihatannya Baik dan Ramah, Tapi Sebenarnya Manipulatif? Ini Ciri Orang Pura-Pura Baik

0

0

matajambi |

Kamis, 15 Jan 2026 07:01 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Waspada Orang yang Terlihat Baik tapi Punya Niat Tersembunyi - (Freefik)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
Kalimat seperti, “Kamu kelihatan hebat hari ini, biasanya nggak seperti ini,” atau “Presentasimu bagus, aku nggak nyangka kamu bisa,” terdengar positif, tetapi menyiratkan bahwa orang tersebut biasanya tidak cukup baik.

Baca Juga:

Disaksikan Wabup Junaidi, Muaro Jambi Tumbangkan Kerinci 1-0 di Laga Perdana Gubernur Cup

Tujuan dari pujian seperti ini bukan untuk membangun orang lain, melainkan untuk menegaskan posisi diri sendiri sebagai pihak yang lebih unggul.
Sikap Manis Tergantung Siapa Lawan Bicara

Tanda lain dari kebaikan semu adalah perlakuan yang berbeda berdasarkan status. Mereka bisa sangat ramah kepada atasan, orang berpengaruh, atau siapa pun yang dianggap menguntungkan, tetapi berubah menjadi dingin, tidak sopan, atau meremehkan kepada mereka yang dianggap “tidak penting”.

Contoh paling sering terlihat di tempat kerja, ketika seseorang bersikap sangat sopan kepada pimpinan tetapi tidak menghargai staf pendukung seperti petugas kebersihan atau resepsionis.

Orang yang tulus memandang semua manusia setara. Mereka menghormati orang bukan karena jabatan, kekayaan, atau pengaruh, tetapi karena nilai kemanusiaan.
Mengapa Banyak Orang Bersikap Pura-Pura Baik?

Psikolog menyebut bahwa kebaikan palsu sering muncul dari rasa tidak aman, kebutuhan akan pengakuan, atau keinginan untuk mengontrol bagaimana orang lain memandang dirinya. Media sosial juga memperparah fenomena ini, karena banyak orang merasa perlu tampil sempurna di depan publik.

Baca Juga:

Bupati Merangin M. Syukur Hadir Langsung Pembukaan Gubernur Cup 2026, Siapkan Bonus Jika Juara

Namun, hubungan yang dibangun di atas kepura-puraan jarang bertahan lama. Cepat atau lambat, sifat asli akan terlihat, terutama ketika mereka tidak lagi mendapat keuntungan dari bersikap baik.

Mengenali kebaikan palsu bukan berarti menjadi curiga terhadap semua orang, tetapi lebih kepada menjaga batasan emosional.

Jika seseorang hanya bersikap manis saat butuh sesuatu, sering menyelipkan sindiran dalam pujian, atau memperlakukan orang berdasarkan status, itu adalah sinyal peringatan.

Kebaikan sejati selalu konsisten, tulus, dan tidak tergantung pada siapa yang melihat atau apa yang bisa didapatkan sebagai balasan.

 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER