Metronews

Ketua TP PKK Kota Jambi Resmidi Mulai Gerakan TULUS HATI, Fokus Cegah Stunting Sejak Dini

0

0

matajambi |

Kamis, 22 Jan 2026 07:12 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

Angka Stunting Turun, TP PKK Kota Jambi Tancap Gas Lewat Pelatihan TULUS HATI - (ist)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBI, MATAJAMBI.COM - Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi kesehatan ibu dan anak. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi, Nadiyah, secara resmi membuka rangkaian Pelatihan dan Edukasi Kesehatan melalui Gerakan TULUS HATI yang merupakan akronim dari Tuang, Usap, Elus, dan Hangatkan Buah Hati.

Kegiatan ini berlangsung di Aula TP PKK Kota Jambi pada Rabu pagi 21 Januari 2026 dan menjadi langkah awal penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat masyarakat.

Pelatihan tersebut melibatkan kader Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal yang mewakili seluruh kecamatan di Kota Jambi. Pelaksanaannya dilakukan secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung dan daring, sehingga dapat diikuti oleh seluruh jajaran TP PKK Kota Jambi. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fahmi.

Dalam pemaparannya, Ketua TP PKK Kota Jambi mengungkapkan bahwa berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2024, capaian pemberian ASI eksklusif di Kota Jambi masih berada di angka 74,73 persen.

Baca Juga:

Baru Bangun Tidur Jangan Pegang Ponsel Dulu, Lakukan Hal Ini agar Tubuh Lebih Sehat

Sementara itu, prevalensi balita stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024 tercatat sebesar 10,3 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,5 persen, namun masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Menurutnya, penurunan angka stunting patut disyukuri, tetapi belum dapat membuat semua pihak berpuas diri. Ia menggambarkan bahwa secara sederhana, kondisi tersebut berarti dari sepuluh anak di Kota Jambi, masih terdapat satu anak yang mengalami stunting. Situasi ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan.

Nadiyah menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi fisik maupun mental. Peran orang tua menjadi sangat krusial, terutama dalam memastikan kecukupan nutrisi dan stimulasi sejak usia dini.

Ia menyoroti pentingnya sentuhan kasih sayang melalui usapan, elusan, dan pijat bayi yang dilakukan dengan teknik medis yang benar sebagai bagian dari stimulasi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:

Bukan Obat, Sarapan Pagi Ini Diam-Diam Membantu Menurunkan Kolesterol

Ia juga memaparkan bahwa pijat bayi telah terbukti secara ilmiah memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar dan halus pada bayi usia tiga hingga dua puluh empat bulan.

Penelitian yang dilakukan oleh Suharto, Suriani, dan Apanndjam’an pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pijat bayi yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan kemampuan bayi dalam mengontrol gerakan lengan, tubuh, tungkai, hingga koordinasi jari tangan. Temuan ini menjadi dasar penting mengapa keterampilan pijat bayi perlu dipahami secara benar oleh para kader posyandu.

Menurut Nadiyah, ilmu kesehatan yang baik adalah ilmu yang dapat diterapkan langsung dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, pelatihan Gerakan TULUS HATI tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga praktik langsung agar para kader mampu mengimplementasikannya di masyarakat dan menularkan pengetahuan tersebut kepada kader lainnya di wilayah masing-masing.

Ia menekankan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting. Para kader kesehatan dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan, baik melalui pelatihan tatap muka, edukasi berbasis digital, maupun konsultasi berkelanjutan dengan tenaga medis dan narasumber yang kompeten.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER