Akibatnya, rasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi mulai muncul. Kondisi ini terjadi karena aktivitas adenosin di otak meningkat tajam setelah kafein tidak lagi menghambatnya.Tak heran jika sebagian orang merasa tubuh seperti kehilangan tenaga setelah beberapa jam tidak minum kopi.
Selain memengaruhi energi, berhenti minum kopi juga dapat berdampak pada suasana hati.
Penurunan kadar kafein secara mendadak diketahui memengaruhi pelepasan dopamin, yaitu zat kimia otak yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.
Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, stres, cemas, bahkan mengalami perubahan mood secara tiba-tiba. Pada kondisi tertentu, sebagian orang juga mengaku merasa sedih atau kehilangan semangat selama masa penyesuaian tubuh terhadap kafein.
Tidak hanya sakit kepala dan kelelahan, beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti mual, nyeri otot, tubuh pegal, hingga muntah ringan.
Kondisi ini sering membuat seseorang merasa seperti sedang terserang flu. Meski terdengar mengkhawatirkan, gejala tersebut umumnya hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh.
Gejala penarikan kafein biasanya mulai muncul dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah seseorang berhenti minum kopi.
Keluhan umumnya mencapai puncak pada hari pertama hingga kedua. Setelah itu, tubuh perlahan mulai menyesuaikan diri dan gejala akan berkurang secara bertahap.
Sebagian besar orang pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar satu minggu.
Namun pada pecandu kopi berat yang terbiasa mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi setiap hari, proses adaptasi bisa berlangsung lebih lama.
Para ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi kopi tidak dihentikan secara mendadak, terutama bagi mereka yang sudah lama mengonsumsi kafein setiap hari.