Kesehatan

7 Minuman Pagi yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, Nomor 1 Paling Sederhana

0

0

matajambi |

Minggu, 31 Mei 2026 09:55 WIB

Reporter : Adri

Editor : Adri

7 Minuman Pagi yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, Nomor 1 Paling Sederhana - (IST)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung
6. Susu Kedelai Tanpa Gula

Baca Juga:

Reses H. Sudarto di Danau Letang Berlangsung Meriah, Ratusan Warga Muara Bulian Sampaikan Aspirasi

Susu kedelai tanpa gula bisa menjadi pilihan minuman pagi bagi orang yang ingin mencari alternatif susu berbasis nabati.

Minuman ini mengandung protein nabati yang dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Rasa kenyang yang lebih stabil dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung pengelolaan berat badan.

Menjaga berat badan tetap ideal penting untuk kesehatan ginjal. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, dua kondisi yang sering berkaitan dengan gangguan ginjal.

Selain itu, kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami dari tanaman yang sering dikaitkan dengan kesehatan jantung.

Meski begitu, susu kedelai tidak selalu cocok untuk semua orang. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, kandungan kalium dan fosfor dalam produk berbahan kedelai perlu diperhatikan.

Karena itu, jika Anda sudah memiliki gangguan ginjal atau sedang menjalani diet khusus ginjal, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin minum susu kedelai.

7. Kefir

Kefir adalah minuman fermentasi yang teksturnya mirip yogurt cair. Minuman ini mengandung protein, kalsium, serta probiotik atau bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan usus semakin banyak dikaitkan dengan kesehatan organ lain, termasuk ginjal. Ketidakseimbangan bakteri usus dapat memengaruhi peradangan dalam tubuh dan proses metabolisme tertentu.

Kefir bisa menjadi pilihan minuman pagi bagi orang yang ingin menambah asupan makanan atau minuman fermentasi. Namun, pilih kefir tanpa gula tambahan agar manfaatnya tidak tertutup oleh tingginya asupan gula.

Jika Anda tidak cocok dengan produk susu, memiliki intoleransi laktosa, atau sedang menjalani diet khusus karena penyakit ginjal, konsumsi kefir tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER